-BC Gorbes-
Pada sistem pendidikan kita saat ini, terlalu menekankan pentingnya nilai akademik saja. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai ke bangku kuliah. Jarang sekali dijumpai pendidikan tentang kecerdasan emosi yang mengajarkan integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental, kebijaksanaan, keadilan, prinsip kepercayaan, penguasaan diri atau sinergi. Berdasarkan survei di Amerika Serikat tahun 1918 tentang IQ, ditemukan paradoks membahayakan: "Sementara skor IQ anak-anak makin tinggi, kecerdasan emosi mereka justru makin menurun."Kecerdasan emosi dianggap oleh banyak orang sangat menentukan keberhasilan. Telah terbukti bahwa kecerdasan emosi memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan di segala bidang. Hati nurani menjadi pembimbing terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang harus diperbuat.Banyak contoh disekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki gelar tinggi belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Bahkan seringkali mereka yang berpendidikan formal lebih rendah, ternyata lebih berhasil di dunia pekerjaan. Kemampuan akademik, nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi satu-satunya tolak ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau seberapa tinggi sukses yang mampu dicapai. Inti kemampuan pribadi dan sosial yang merupakan kunci utama keberhasilan seseorang sesuungguhnya adalah kecerdasan emosi.
No comments:
Post a Comment